Monday, November 30, 2009

MUI Kaltim: Waspadai Kuas dari Bulu Babi

Imagine the next time you join a discussion about tech. When you start sharing the fascinating tech facts below, your friends will be absolutely amazed.
SAMARINDA--Umat muslim diimbau agar berhati-hati menggunakan kuas karena banyak di antaranya menggunakan bahan bulu babi, kata Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LP POM) MUI Kaltim, Gina Saptiani di Samarinda, Senin. Saat ini banyak kuas terbuat dari bulu babi yang beredar di pasaran, padahal kuas itu kerap digunakan untuk mengoles bumbu dan margarin pada proses pembuatan roti, berbagai jenis kue, ikan dan lainnya, katanya.

Sejumlah industri rumah tangga di Kaltim juga menggunakan kuas yang terbuat dari bulu babi itu untuk mengoleskan berbagai bumbu atau bahan penyedap lain, baik pada roti, berbagai jenis kue hingga pada ikan bakar yang dijual lagi.
"Kami mengimbau umat muslim agar berhati-hati dalam menggunakan kuas yang berbahan bulu, karena konsumen kuas tidak tau pasti apakah itu dari bulu babi atau bulu binatang lain," katanya.

Is everything making sense so far? If not, I'm sure that with just a little more reading, all the facts will fall into place.

Karena itu, lanjutnya, sebaiknya konsumen menggunakan kuas yang berbahan nilon atau lainnya, sehingga tidak ragu dalam memakan makanan yang pada proses pembuatannya menggunakan kuas untuk mengoles bumbu atau bahan lain agar makanan itu menjadi lebih enak. Ia juga menyarankan agar konsumen kembali ke masa lampau, yakni menggunakan bulu ayam yang dikemas sendiri dalam mengolesi margarin, bumbu atau bahan penyedap lain, karena barang ini sudah jelas asalnya sehingga konsumen kue juga bisa tenang dalam membeli tanpa diliputi pertanyaan apakah makanan itu halal atau tidak.

Dikatakannya, kue atau makanan lain yang jelas-jelas halal, namun pada saat proses pembuatannya tercampur dengan barang yang diharamkan dalam Islam, maka makanan itu bisa jadi haram. Salah satu contoh, lanjutnya, penjual nasi di warung membakar ikan tongkol, bawal atau jenis ikan lainnya. Ikan itu jelas halal, namun saat mengolesi bumbu menggunakan kuas dari bulu babi yang tidak diketahui pemilik warung, maka ikan itu bisa jadi haram karena bisa saja ada DNA babi yang tercampur.

Memang, lanjutnya, kuas dari bulu babi produksi Cina yang banyak beredar di Kaltim, termasuk Samarinda yang pintu masuknya melalui perbatasan negara, yakni antara Kaltim di wilayah Utara yang masuknya dari Tawau- Malaysia Timur, harganya lebih murah dan lebih tahan lama.

Sementara kuas dari nilon lebih cepat rusak, namun demi kehalalan makanan, maka sejumlah warung yang pemiliknya muslim dan masayarakat Muslim di Kaltim tetap diimbau agar tidak membeli kuas dari bulu babi. "Untuk memperoleh kuas yang aman, kami sudah kerja sama dengan sejumlah toko makanan, termasuk dengan Toko SW di Samarinda untuk menyediakan kuas kuat dan bukan dari bulu babi untuk bisa digunakan," kata Gina Saptiani. ant/kpo

Now might be a good time to write down the main points covered above. The act of putting it down on paper will help you remember what's important about tech.

Pemuka Agama Dunia Kecam Larangan Menara Mesjid di Swiss

Imagine the next time you join a discussion about tech. When you start sharing the fascinating tech facts below, your friends will be absolutely amazed.
Para pemuka agama di seluruh dunia mengecam referendum di Swiss yang melarang membangun menara-menara mesjid. Para pemuka agama dari Indonesia, Mesir, Swiss dan juga pemimpin Vatikan mengecam pemungutan suara tersebut yang dianggap sebagai tamparan pada kebebasan beragama.

Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner menyatakan kaget dengan larangan yang menurutnya, memperlihatkan "perasaan tidak toleransi" dan harus diubah.

Lebih dari 57,5% suara dan 22 dari 26 propinsi mendukung larangan pembangunan menara mesjid itu dalam referendum hari Minggu. Usul itu diajukan oleh Partai Rakyat Swiss, SVP, yang merupakan partai terbesar di parlemen, dan menyatakan menara mesjid ini merupakan tanda Islamisasi.

Vatikan juga mendukung pernyataan Uskup Swiss yang mengkritik hasil referendum itu karena memperumit "masalah hidup berdampingan antar agama dan budaya". Imam Besar Mesir Ali Gomaa menggambarkan larangan itu sebagai penghinaan terhadap perasaan komunitas Muslim di Swiss dan negara lain.

Hasil referendum hari Minggu itu menyebabkan para pemimpin sekular Eropa kecewa. "Saya agak terkejut dengan keputusan itu," ujar Kouchner seperti dikutip radio RTL Perancis. "Ini perilaku tak toleran dan saya membenci perilaku itu. Saya berharap Swiss segera mengubah keputusan itu dengan segera."

Pemerintah Swiss sebelumnya menentang larangan itu dengan menyatakan langkah itu akan membuat jelek citra Swiss terutama di dunia Islam.

Most of this information comes straight from the tech pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

Hasil referendum ini adalah kabar buruk bagi pemerintah Swiss yang khawatir akan terjadi kerusuhan di komunitas Muslim negara itu. Warga Swiss memang prihatin dengan peningkatan jumlah imigrasi - dan juga kebangkitan Islam - dan mereka tidak mengindahkan permintaan pemerintah.

Pemerintah Swiss mengatakan menerima hasil referendum dan tidak akan lagi mengeluarkan ijin pembangunan menara mesjid baru.

Menteri Kehakiman Eveline Widmer-Schlumpf mengatakan: "Kekhawatiran [atas fundamentalisme Islam] harus didengar dengan serius. "Akan tetapi, larangan pembangunan larangan menara mesjid bukan cara melawan kecenderungan ekstrimisme."

Dia kemudian meyakinkan komunitas Muslim Swiss dengan mengatakan keputusan itu "bukan penolakan atas komunitas, agama atau budaya Muslim".

Di Swiss terdapat sekitar 400.000 umat Islam dan hanya terdapat empat menara mesjid. Setelah Kristen, Islam adalah agama yang paling banyak dianut di Swiss namun tetap tersembunyi secara relatif. Tidak ada tempat sembahyang resmi di negara itu dan permintaan pembangunan menara mesjid baru hampir selalu ditolak.

Pendukung larangan itu menyatakan dengan mengijinkan menara mesjid merupakan wakil pertumbuhan satu ideologi dan sistem hukum - Shariah Islam - yang tidak sejalan dengan demokrasi di Swiss.
Namun kubu lain mengatakan kampanye referendum itu menciptakan kebencian. Pada hari Kamis (26/11) mesjid di Jenewa dirusak untuk ketiga kali selama masa kampanye.

Amnesty International mengatakan referendum itu melanggar kebebasan beragama dan kemungkinan besar akan ditolak oleh Mahkamah Agung Swiss atau Pengadilan Ham Eropa.

Presiden Asosiasi Organisasi Muslim Zurich, Tamir Hadjipolu, mengatakan pada BBC: "Ini akan menyebabkan masalah besar karena selama kampanye mesjid-mesjid diserang, dan itu tidak pernah terjadi dalam 40 tahun di Swiss. "Perasaan benci akan Islam memang meningkat pesat," ujarnya. bbc/kpo

Knowing enough about tech to make solid, informed choices cuts down on the fear factor. If you apply what you've just learned about tech, you should have nothing to worry about.

Sunday, November 29, 2009

Swiss Larang Menara Masjid

If you're seriously interested in knowing about tech, you need to think beyond the basics. This informative article takes a closer look at things you need to know about tech.
BERNE--Rakyat Swiss, lewat referendum hari Minggu, memilih untuk melarang pembangunan menara-menara azan. Lebih dari 57 persen rakyat mendukung larangan itu.

Usulan larang itu juga didukung oleh propinsi-propinsi utama, atau kanton istilahnya di Swiss, dan karena itu resmi menjadi undang undang.

Pemerintah mengatakan pihaknya menerima hasil itu, walaupun pemerintah menolak larangan yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.

Partai Rakyat Swiss dan kelompok-kelompok Kristen di Swiss mengatakan, pembangunan menara mesjid merupakan tanda pertama Islamisasi Swiss.

Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.

Wartawan BBC di kota Berne mengatakan, langkah ini kemungkinan akan diajukan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. Seorang wakil masyarakat Muslim di Swiss, Tamir Hadjipolu mengatakan sekarang mereka khawatir hak-hak mereka diserang dan dibatasi.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Amnesty International memperingatkan bahwa pelarangan itu akan melanggar kewajiban pemerintah Swiss untuk menjaga kebebasan beragama.

Seorang warga Swiss beragama Islam Elham Manea mengatakan pelarangan itu diskriminatif karena warga Sikh dan Katolik Orthodoks diperbolehkan membangun rumah ibadah mereka dengan bebas. ''Kalau semua simbol-simbol agama dilarang dari semua rumah-rumah ibadah, saya akan menerimanya.''

''Tetapi kalau hanya ummat Islam yang menjadi sasaran, sementara warga Kristen, Yahudi, Sikh, maupun yang lainnya dibebaskan, maka saya katakan itu diskriminatif.''
 
Menghormati ummat Islam

Sekitar 4,5 persen penduduk Swiss diperkirakan beragama Islam, kebanyakan dari mereka adalah pengungsi dari bekas Yugoslavia. Walaupun ada seratusan mesjid dan ruang mushola di Swiss, hanya empat mesjid yang punya menara mesjid.

Tidak ada sejarah ekstrimis Islam di negara itu tetapi mereka yang mendukung pelarangan pembangunan menara mesjid menyebut bangunan itu tidak akan sekadar menjadi simbol bangunan keagamaan. Menurut mereka memperbolehkan pembangunan menara akan merupakan pertanda bahwa hukum Islam telah diterima di Swiss.

Anggota parlemen Oskar Freysinger menolak tuduhan diskriminasi. ''Saya menghormati ummat Islam, Muslim, sebagai manusia, tidak masalah sama sekali. Namun saya punya persoalan dengan Islam, hukum Islam, dengan aspek politik dan hukum dari agama ini,'' katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir banyak negara di Eropa membahas hubungan mereka dengan Islam dan cara mengintegrasi warga Muslim mereka.

Prancis memusatkan perhatian mereka pada persoalan simbol agama terutama kerudung. Sementara di Jerman terjadi perdebatan mengenai pembangunan salah satu masjid terbesar Eropa di Koln. bbc/ahi
 

Don't limit yourself by refusing to learn the details about tech. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Larangan Menara Mesjid di Swiss Menghina Umat Muslim

The only way to keep up with the latest about tech is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about tech, it won't take long for you to become an influential authority.
KAIRO--Musfti Mesir Ali Gomaa pada hari Minggu mencela pemungutan suara di Swiss yang melarang pembuatan suatu menara baru. Gomaa menilai hal itu sebagai penghinaan terhadap umat Muslim di seluruh dunia dan dia juga menyeru umat Muslim agar tidak terpancing. Mayoritas  pemberi suara di Swiss memilih untuk melarang pembuatan menara  yang berkaiatan dengan masjid dan menjadi tempat adzan dikumandangkan.

"Usul ini ... bukan hanya dipandang sebagai serangan terhadap kebebasan untuk menganut kepercayaan, tapi juga sebagai upaya untuk menghina perasaan masyarakat Muslim di dalam dan luar Swiss," kata Gomaa, pejabat pemerintah Mesir dalam urusan hukum Islam, kepada kantor berita resmi negeri tersebut, MENA dan dikutip AFP.

You may not consider everything you just read to be crucial information about tech. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.

Ia mendorong 400.000 Muslim di Swiss agar menggunakan dialog dan cara-cara hukum guna menghadapi larangan itu, yang ia gambarkan sebagai tindakan provokatif. Partai Rakyat Swiss (SVP), yang beraliran tengah dan menjadi partai terbesar di Swiss, telah menggolkan referendum tersebut setelah mengumpulkan 100.000 tandatangan wajib dari pemilih yang sah dalam waktu 18 bulan.

Gomaa juga menyeru umat Muslim agar tak terpengaruh oleh aksi provokasi itu, dan menambahkan Islam memandang umat manusia sebagai satu keluarga. Mesir dalam negara Arab yang berpenduduk paling padat dan menjadi pusat serangan terhadap Denmark pada 2006, setelah satu surat kabar Denmark menyiarkan gambar kartun Nabi Muhammad SAW.

Umat Muslim di Swiss dan luar negeri mengutuk pemungutan suara tersebut sebagai bias dan anti-Islam. Kelompok pengusaha mengatakan keputusan itu merugikan sikap internasional Swiss dan dapat merusak hubungan dengan negara Muslim serta penanam modal kaya yang melakukan transaksi perbankan, berpegian dan berbelanja di sana.

"Swiss telah gagal memberi tanda yang jelas mengenai keragaman, kebebasan beragama dan hak asasi manusia," kata Omar Ar-Rawi, wakil integrasi Islamic Domination di Austria, yang menyatakan reaksinya penuh duka dan kekecewaan. ant/AFP/kpo

As your knowledge about tech continues to grow, you will begin to see how tech fits into the overall scheme of things. Knowing how something relates to the rest of the world is important too.

LPPOM MUI: 'One Halal ASEAN Standard' Segera Terwujud

You should be able to find several indispensable facts about tech in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.
JAKARTA--Lembaga-lembaga halal di negara-negara ASEAN sepakat dan satu suara mewujudkan One Halal ASEAN Standard. Sebagai langkah awal, telah dilakukan pertemuan pertama lembaga-lembaga halal ASEAN di Jakarta akhir pekan lalu, khusus membicarakan rencana tersebut. Ini ditegaskan oleh Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Ahad (29/11).

''Lembaga-lembaga halal di ASEAN sangat antusias dan memiliki semangat yang sama dalam upaya mewujudkan itu. Pekan lalu kami, LP POM MUI menjadi tuan rumah pertemuan awal. Mereka memang benar-benar mengakui kredibilitas dan keberadaan LPPOM MUI selama ini,'' tandas Lukmanul. Ditambahkannya, dari hasil pertemuan tersebut, terbentuk  working group yang bertugas membahas secara detil dalam upaya harmonisasi bidang fatwa dan standar halal. Hasil kerja operational collection ini menurut Lukmanul nantinya akan dibawa dalam meeting pertemuan berikutnya pada April tahun depan di Thailand.

Diakui Lukmanul bahwa rencana satu standar halal ASEAN ibi berangkat dari keprihatinan bersama terhadap sertifikasi halal di negara-negara Eropa. ''Di sana kalau kita lihat, yang muncul adalah standar halal Indonesia, standar halal Brunei, Malaysia, Thailand dan sebagainya. Mengapa tidak kita wujudkan saja satu standar halal untuk area ASEAN ini. Ini nantinya juga mencerminkan pada dunia luar, khususnya di luar ASEAN bahwa umat Muslim di ASEAN ini bersatu dan dapat bekerjasama dengan baik,'' papar Lukmanul.

Think about what you've read so far. Does it reinforce what you already know about tech? Or was there something completely new? What about the remaining paragraphs?

Sadar Diri

Lebih lanjut Lukmanul meminta agar pemerintah Indonesia sadar diri akan posisi pemerintah terkit sertifikasi halal. ''Kami berharap pemerintah bisa sadar diri, bahwa soal sertifikasi halal adalah domain syariah. Kalau kita memasuki domain syariah, itu merupakan domain ulama, dalam hal ini MUI. Fungsi dan tugas pemerintah dalam hal sertifikasi halal ini sebenarnya sudah sangat luas dan banyak,'' ungkap Lukmanul. Menurutnya, fungsi dan tugas pemerintah adalah dalam hal pengawasan, sosialisasi serta penegakan hukum.

Dicontohkan Lukmanul bahwa sebagian besar lembaga-lembaga halal di ASEAn adalah non pemerintah. ''Pemerintah sifatnya sebagai mitra dan pendukung,'' katanya. Lukmanul juga mencontohkan di negara Brunei Darussalam di mana lembaga halal dipegang oleh pemerintah. ''Salah satu contoh di Brunei, dalam salah satu kasus atau permasalahan, lembaga halalnya tidak bisa langsung memberikan keputusan. Mereka menanyakan permasalahannya terlebih dahulu kepada raja. Ini khan malah merepotkan,'' kata Lukmanul.

Menurutnya, jika persoalan sertifikasi halal ini harus terlebih dahulu mendapatkan pertimbangan atau jawaban dari raja atau pemerintah, artinya lembaga halal tidak bisa independen. ''Bisa saja nantinya dalam memutuskan sesuatu hal, tergantung dan dipengaruhi oleh kekuatan politik tertentu misalnya. Ini khan justru akan merepotkan,'' papar Lukmanul. Lukmanul menegaskan bahwa LPPOM MUI berharap agar pembahasan RUU jaminan Produk Halal diulang kembali dari awal. osa/taq

Is there really any information about tech that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Idul Adha di Swiss tanpa Hewan Kurban

This article explains a few things about tech, and if you're interested, then this is worth reading, because you can never tell what you don't know.
JENEWA--Di tengah kampanye larangan pembangunan menara masjid marak di Swiss dan undang-undang resmi negara melarang pemotongan hewan kurban, umat Islam di negara itu masih dapat menikmati perayaan Idul Adha.

Seperti halnya perayaan Idul Adha di sebagian besar negara Muslim di dunia yang jatuh pada Jumat (27/11), masyarakat Islam Swiss juga merayakannya pada hari yang sama.

˜Hari raya Idul Adha adalah waktu untuk bergembira dan menjalin persaudaraan. Kami tidak akan berputus asa oleh kampanye kebencian yang dilancarkan kelompok sayap kanan, ujar Hisyam Maizar, Presiden Federasi Organisasi Islam di Swiss, kepada IslamOnline.net.

Pada hari ketiga Idul Adha, warga Swiss akan memberikan suara pada referendum yang dipelopori oleh kelompok sayap kananPartai Rakyat Swiss (SVP) untuk melarang pembangunan menara masjid di negara Eropa tersebut. Pihak SVP menilai, menara adalah simbol syariah Islam dan dengan demikian tidak sesuai dengan sistem hukum Swiss.

Most of this information comes straight from the tech pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

˜Kami gembira Idul adha tidak dilarang oleh kelompok sayap kanan, kata Maizar. Karenanya, menurut dia, umat Islam di sana yakin bahwa masyarakat non-Muslim Swiss akan memilih menolak usulan larangan pembangunan menara masjid.

Pelarangan menara ini ditentang oleh pemerintah, parlemen dan semua partai politik besar di negara Eropa. Uskup Katolik Roma dan rabi Yahudi juga mendesak para pemilih untuk menolak larangan menara. Amnesti Internasional mengatakan pada hari Rabu (25/11) bahwa larangan seperti itu akan menjadi pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan pelanggaran hak-hak kesetaraan. Islam adalah agama kedua di Swiss setelah Kristen.

Tak ada hewan kurban

Suasana perayaan Idul Adha juga terlihat di daerah-daerah berpenduduk Muslim di seluruh negara Eropa. Toko-toko di sepanjang lingkungan La Paix di Jenewa, misalnya, menjual segala jenis masakan tradisional Arab, Turki dan Balkan.

Namun keceriaan perayaan Idul Adha di Swiss tidak diwarnai pemotongan hewan kurban. ˜Kami hanya menyumbangkan uang dan membayar tunai harga hewan kurban untuk masyarakat miskin dan lembaga amal di dunia Muslim, kata Maizar.

Berdasarkan aturan di Swiss, penyembelihan hewan tanpa pemberitahuan merupakan tindakan terlarang. Karena ada larangan seperti ini, ahirnya umat Islam Swiss memilih menyumbang uang atau mengimpor hewan kurban dari negara tetangga mereka, Prancis.

˜Mereka ingin merusak Idul Adha kami dengan kampanye rasis, tapi kami tidak akan membiarkan mereka, kata Mustafa Kamal, pemilik toko makanan halal. ˜Kami yakin Swiss tidak akan ambil bagian dalam lelucon ini. dia/rid/taq

Those who only know one or two facts about tech can be confused by misleading information. The best way to help those who are misled is to gently correct them with the truths you're learning here.

Saturday, November 28, 2009

Abbas: Terima kasih Venezuela Dukung Palestina

When you're learning about something new, it's easy to feel overwhelmed by the sheer amount of relevant information available. This informative article should help you focus on the central points.
KARAKAS--Presiden Palestina Mahmud Abbas, Jumat, menyampaikan terima-kasih kepada Presiden Venezuela Hugo Chavez, atas dukungan bagi pembentukan negara Palestina masa depan, pada saat ia melakukan kunjungan ke lima negara Amerika Latin.Pemimpin Palestina itu juga mengeluarkan peringatan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengumumkan larangan 10 bulan pembangunan permukiman di Tepi Barat, Rabu.

"Netanyahu menghentikan perundingan. Kami tak bisa memulai perundingan tanpa ada komitmen dari kedua pihak, untuk menghormati kewajiban masing-masing berkaitan dengan peta-jalan," suatu rencana perdamaian Timur Tengah 2003 yang didukung Amerika Serikat. Rencana perdamaian itu menyeru agar negara Palestina hidup berdampingan dengan Israel, kata Abbas.

Peta-jalan, yang masih menjadi dasar bagi perundingan antara kedua pihak, menuntut bahwa negara Yahudi tersebut membekukan semua pembangunan permukimannya. Perundingan perdamaian telah diselenggarakan sejak hampir setahun lalu, namun hingga kini masih terhenti berkaitan dengan masalah permukiman. "Pendudukan akan terus berlangsung. Netanyahu akan tak setuju untuk memulai perundingan yang mereka tinggalkan. Dia akan memutuskan antara perdamaian dan pendudukan, dan sangat disesalkan dia memilih pendudukan," kata Abbas dalam pidatonya di depan Majelis Nasional Venezuela.

Most of this information comes straight from the tech pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

Tindakan Netanyahu dipuji oleh AS sebagai langkah ke arah diluncurkannya kembali proses perdamaian, namun rakyat Palestina mengatakan bahwa itu masih jauh dari tuntutan mereka, untuk membekukan seluruhnya permukiman menjelang diadakannya perundingan baru. Abbas, yang menemui sejumlah besar khalayak di dalam kunjungannya di Brazilia, Argentina, Chile dan Paraguay, Jumat, bertemu dengan Presiden Chavez.

Venezuela, kata Chavez setelah berbicara dengan tamunya, "sejak awal berada di samping rakyat Palestina, di dalam sejarahnya memerangi ... melawan negara pembantai Israel". Pemimpin sayap kiri itu menyebut dirinya sebagai pendukung setia rakyat Palestina dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, setelah negara Yahudi itu melakukan serangan militer yang menelan banyak korban di Jalur Gaza pada awal tahun ini.

"Kami menyambut sikap tegas anda untuk Palestina. Itu tidak heran karena anda mewarisi semangat pejuang besar Simon Bolivar," kata Abbas, yang merujuk kepada bapak kemerdekaan beberapa negara Amerika Latin, termasuk Venezuela.

Chavez menyambut kunjungan bersejarah Abbas dengan menghadiahkan penghargaan tertinggi, yang disebut "Order of the Liberator", yang diambil dari sebutan buat Bolivar, dan memberinya replika pedang pahlawan nasional itu. "Anda adalah pembebas Palestina," kata Chavez. "Tangan anda yang satu memenang pedang, dan lainnya membawa ranting zaitun. Namun anda tak ingin menghunusnya, meskipun anda harus selalu membawa pedang itu di tangan."

Abbas, yang sebelumnya meletakkan karangan bunga di makam Bolivar, menyampaikan terima-kasih kepada para anggota parlemen Venezuela atas dukungan mereka, pada saat mereka menyetujui satu perjanjian untuk meningkatkan hubungan antara kedua bangsa. "Saya tahu bahwa Venezuela, baik pemerintah maupun rakyatnya, akan terus memberikan dukungan mereka kepada rakyat kami, untuk membentuk negara Palestina merdeka," kata Abbas. ant/AFP/kpo

Take time to consider the points presented above. What you learn may help you overcome your hesitation to take action.