BENGKULU--Pekan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Bengkulu memperlombakan cabang tilawah lanjut usia (Lansia) dengan peserta berusia 41 tahun ke atas. Cabang ini diikuti sebanyak 15 peserta dari delapan kecamatan dalam Kota Bengkulu. Masing-masing kecamatan mengirimkan peserta putra-putri, kecuali Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu yang hanya mengirim peserta putra, kata Kepala Kandepag kota Bengkulu di Bengkulu, Sabtu. Dia mengatakan, dilihat peserta yang mengikuti MTQ cabang tilawah lansia, umumnya berasal dari qari-qariah yang kurang pengalaman, kurang pengetahuan tentang lagu Alquran, kurang latihan, dan kurang melakukan pertandingan uji-coba, karena memang tidak banyak still lomba yang menggelar lomba seperti MTQ. So far, we've uncovered some interesting facts about tech. You may decide that the following information is even more interesting.
Diakuinya memang ada di antara peserta merupakan para qori-qoriah yang pernah berjaya mengikuti MTQ nasional pada masa lalu, namun jumlahnya tidak banyak, karena sebagian diantara mereka sudah duduk sebagai juri pada kegiatan MTQ Kota Bengkulu dan Provinsi Bengkulu. Sebut saja seperti Burdinjuna, yang merupakan juara pertama golongan remaja tingkat Provinsi Bengkulu tahun 1979 menjadi utusan Provinsi Bengkulu ke MTQ nasional ke-11 di Semarang Jawa Tengah pada tahun yang sama. Lansia yang jago MTQ lainnya terjun menjadi juri pada MTQ Kota Bengkulu seperti Paimat Solihin, Qari juara III MTQ Nasional ke-12 di Pontianak Kalimantan Barat pada tahun 1981. Begitu juga Rosmani dan lain-lain. Namun berdasarkan pemantauan saat digelarnya MTQ Lansia Sabtu (21/11) malam terlihat para peserta teramat santai karena mereka tidak mengejar juara, hanya berpartisipasi menyemarakkan syiar Islam. Tampilan peserta banyak pula yang lucu dan aneh. Ada di antara peserta nafasnya tidak sampai, suaranya tercekik, dan lagunya bertele-tele, tidak jelas dari lagu rast pindah ke hijaz dan kembali lagi ke rast. Pada saat lomba tilawah Lansia ini pengunjungnya cukup ramai, karena kebetulan penyanyi religi Sulis tampil menghibur warga Bengkulu dengan irama nasyid dengan syair-syair bernuansa shalawat Nabi dan puji-pujian kepada Allah SWT. ant/irf
Diakuinya memang ada di antara peserta merupakan para qori-qoriah yang pernah berjaya mengikuti MTQ nasional pada masa lalu, namun jumlahnya tidak banyak, karena sebagian diantara mereka sudah duduk sebagai juri pada kegiatan MTQ Kota Bengkulu dan Provinsi Bengkulu. Sebut saja seperti Burdinjuna, yang merupakan juara pertama golongan remaja tingkat Provinsi Bengkulu tahun 1979 menjadi utusan Provinsi Bengkulu ke MTQ nasional ke-11 di Semarang Jawa Tengah pada tahun yang sama. Lansia yang jago MTQ lainnya terjun menjadi juri pada MTQ Kota Bengkulu seperti Paimat Solihin, Qari juara III MTQ Nasional ke-12 di Pontianak Kalimantan Barat pada tahun 1981. Begitu juga Rosmani dan lain-lain. Namun berdasarkan pemantauan saat digelarnya MTQ Lansia Sabtu (21/11) malam terlihat para peserta teramat santai karena mereka tidak mengejar juara, hanya berpartisipasi menyemarakkan syiar Islam. Tampilan peserta banyak pula yang lucu dan aneh. Ada di antara peserta nafasnya tidak sampai, suaranya tercekik, dan lagunya bertele-tele, tidak jelas dari lagu rast pindah ke hijaz dan kembali lagi ke rast. Pada saat lomba tilawah Lansia ini pengunjungnya cukup ramai, karena kebetulan penyanyi religi Sulis tampil menghibur warga Bengkulu dengan irama nasyid dengan syair-syair bernuansa shalawat Nabi dan puji-pujian kepada Allah SWT. ant/irf
No comments:
Post a Comment